Studi Eksplorasi Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

Authors

  • M. Ihsan Abdul Ghani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Udin Supriadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Agus Fakhruddin Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.2857

Keywords:

pembelajaran berdiferensiasi, pendidikan agama Islam, sekolah dasar, asesmen, kurikulum merdeka;

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar Kota Bandung, dengan fokus pada asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen akhir. Latar belakang penelitian ini adalah masih terbatasnya penelitian yang mengkaji praktik diferensiasi dalam PAI di tingkat sekolah dasar, padahal pembelajaran PAI memiliki karakteristik khas yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di tiga sekolah dasar yang mewakili sekolah negeri, swasta, dan Islam terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru PAI sudah mulai mengimplementasikan prinsip-prinsip diferensiasi dalam pembelajaran, meskipun dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda. Pada tahap asesmen awal, guru berupaya memetakan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa, namun masih menghadapi keterbatasan instrumen. Pada tahap perencanaan, guru di sekolah swasta dan Islam terpadu lebih kreatif dalam menyusun variasi konten, proses, dan produk dibandingkan dengan sekolah negeri. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan dampak positif pada keaktifan, motivasi, dan internalisasi nilai religius siswa, meskipun pelaksanaannya belum konsisten karena kendala waktu, sarana, dan manajemen kelas. Asesmen akhir belum sepenuhnya mencerminkan prinsip diferensiasi, dengan sebagian guru masih menggunakan tes seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan diferensiasi dalam PAI sudah berkembang ke arah positif namun memerlukan dukungan lebih lanjut berupa pelatihan berkelanjutan, sarana pembelajaran yang memadai, dan kebijakan sekolah yang mendukung. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoritis dan praktis untuk pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan bermakna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul-Rahman, M. (2023). Fitrah dan Pendidikan Islam Kontemporer. Jakarta: Kencana.

Arumsari, D., & Susanti, N. (2024). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar pada Era Merdeka Belajar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 15(1), 1–12.

Black, P., & Wiliam, D. (2009). Developing the Theory of Formative Assessment. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 21(1), 5–31.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th Ed. Thousand Oaks: SAGE.

Setiabudi, D. I. (2024). Profesi Keguruan: Menjadi Guru Profesional. KMO Indonesia.

Fadli, A. (2022). Pendidikan Islam dan Potensi Individu: Telaah Konsep Fitrah. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 10(2), 87–102.

Fauzia, N., & Ramadan, H. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Peluang bagi Guru di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(1), 45–58.

Hermansyah. (2023). Kendala Guru dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 77–89.

Huda, M. (2023). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(1), 25–36.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: SAGE.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd Ed. Thousand Oaks: SAGE.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muti’atun, S. (2023). Pendidikan Ki Hadjar Dewantara di Era Merdeka Belajar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1), 1–12.

Nasution, A. (2022). Pendidikan Moral dalam Kurikulum Nasional. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 98–112.

Rahman, M. (2021). Teknik Asesmen Awal pada Pembelajaran Berdiferensiasi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 11(1), 56–69.

Rahman, N. (2022). Pendidikan Islam Holistik dalam Perspektif Fitrah Manusia. Jurnal Tarbiyah, 9(1), 15–28.

Rosiyani, F., et al. (2024). Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Peningkatan Motivasi Belajar IPA. Jurnal Inovasi Sains, 16(1), 22–34.

Sapitri, L., & Maryati, S. (2022). Moderasi Beragama melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 112–127.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyosari, S., et al. (2022). Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(1), 67–79.

Supriana, D., et al. (2024). Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 17(1), 45–60.

Susanto, H. (2022). Pembelajaran Berdiferensiasi: Teori dan Praktik di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Inklusif, 7(1), 33–44.

Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms. Alexandria: ASCD.

Tomlinson, C. A. (2017). The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. 2nd Ed. Alexandria: ASCD.

Wahyu, R. (2024). Pendidikan Karakter Melalui PAI di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter Islam, 15(1), 55–70.

Yunus, H. (2022). Pendidikan Berbasis Fitrah: Relevansi dengan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 8(1), 23–40.

Zulkifli, M. (2022). Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(2), 88–100.

Downloads

Published

2025-08-17

How to Cite

Ghani, M. I. A., Supriadi, U. ., & Fakhruddin, A. . (2025). Studi Eksplorasi Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar . Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(3 Agustus), 4295-4304. https://doi.org/10.58230/27454312.2857