Efektivitas Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi Operasi Bilangan Cacah dalam Konteks Penggunaan Uang

Authors

  • Sayektiningrum Sayekti Universitas Negeri Surabaya
  • Ika Rahmawati Universitas Negeri Surabaya
  • Neni Mariana Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.4860

Keywords:

Berpikir Reflektif; Pembelajaran Kontekstual; Efektivitas Pembelajaran.;

Abstract

Berpikir reflektif berperan penting dalam pembelajaran matematika, terutama pada pemecahan masalah, namun kemampuan ini masih cenderung rendah pada siswa. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas V dalam menyelesaikan soal cerita melalui proses pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan konstruksi pengetahuan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif quasi-eksperimental dengan desain non-equivalent pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 38 siswa kelas V, yaitu 21 siswa SDN Kintelan 1 dan 17 siswa SDN Kintelan 2 yang memiliki karakteristik serupa, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir reflektif berupa soal matematika non-rutin yang telah divalidasi. Kemampuan berpikir reflektif diukur berdasarkan empat indikator, yaitu techniques, monitoring, insight, dan conceptualization, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata skor kemampuan berpikir reflektif pada kelompok eksperimen meningkat dari 62,35 menjadi 84,17, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 61,88 menjadi 72,41. Nilai N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,68 (kategori sedang–tinggi), lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,28 (kategori rendah). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai t = 3,756 dan Sig. = 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai alternatif pendekatan pembelajaran matematika yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir reflektif melalui pembelajaran kontekstual yang bermakna dan dekat dengan pengalaman nyata siswa di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriani, A., dkk. (2024). Kemampuan berpikir reflektif siswa dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 145–156.

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill.

Aulia, A. F., Azmi, S., & Kertiyani, N. M. I. (2025). Analisis kemampuan berpikir reflektif siswa pada penyelesaian masalah matematika. Jurnal Pendidikan Dasar, 16(1), 32–43.

Dhani, M. I., & Rahayu, W. (2023). Penerapan contextual teaching and learning dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 8(2), 101–110.

Harahap, P. R. R., dkk. (2025). Kesulitan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal operasi bilangan. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 11(1), 55–67.

Haryanti, O. I., dkk. (2025). Pengaruh contextual teaching and learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 19(1), 88–101.

Hayati, R. (2025). Contextual teaching and learning untuk meningkatkan resiliensi matematis siswa sekolah dasar. Jurnal Cendekia Pendidikan, 9(2), 144–156.

Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: Kaifa.

Kemendikdasmen. (2025). Capaian Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2018). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.

Nababan, D., & Sipayung, C. A. (2023). Contextual teaching and learning sebagai pendekatan pembelajaran bermakna. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(3), 210–220.

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.

Nurhadi. (2016). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Polya, G. (1973). How to Solve It (2nd ed.). Princeton, NJ: Princeton University Press.

Putri, I., dkk. (2025). Efektivitas contextual teaching and learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 7(1), 25–37.

Ramadhani, N. F., & Aini, I. N. (2020). Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam pemecahan masalah. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(3), 421–432.

Rini, Z. M., dkk. (2026). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 12(1), 15–27.

Ruseffendi, E. T. (2010). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.

Sari, A. D. (2020). Refleksi sebagai strategi meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 95–106.

Sari, R., & Pratiwi, E. (2025). Pengembangan instrumen kemampuan berpikir reflektif siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 15(1), 44–57.

Schoenfeld, A. H. (2014). Mathematical Problem Solving. Academic Press, 1(1), 1–32.

Suherman, E., Turmudi, Suryadi, D., Herman, T., Suhendra, Prabawanto, S., Nurjanah, & Rohayati, A. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI.

Sumarmo, U. (2013). Berpikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajarannya. Bandung: FMIPA UPI.

Surya, E., Syahputra, E., & Juniati, N. (2018). Effect of Problem-Based Learning toward Mathematical Communication Ability and Self-Regulated Learning. Journal of Education and Practice, 9(6), 14–23.

Wahyuni, F. T., dkk. (2018). Profil kemampuan berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 5(2), 187–198.

Wardhani, N. A., & Susianti, O. M. (2025). Operasi bilangan cacah dalam konteks kehidupan sehari-hari pada pembelajaran matematika sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 71–82.

Widjajanti, D. B. (2019). Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam pemecahan masalah. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 101–112.

Wijaya, A. (2012). Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yani, N. M. I. (2024). Hubungan kemampuan berpikir reflektif dengan prestasi belajar matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 12(2), 133–145.

Yulia, P. (2016). Efektivitas pembelajaran contextual teaching and learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 10(1), 45–56.

Zulkardi. (2002). Developing a Learning Environment on Realistic Mathematics Education for Indonesian Student Teachers. Enschede: University of Twente.

Downloads

Published

2026-08-21

How to Cite

Sayekti, S., Rahmawati, I. ., & Mariana, N. . (2026). Efektivitas Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi Operasi Bilangan Cacah dalam Konteks Penggunaan Uang. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 15(3 Agustus), 4069-4082. https://doi.org/10.58230/27454312.4860