Model Pendidikan Inklusif dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa

Authors

  • Nina Ariesta Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Harsono Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Eko Supriyanto Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.2077

Keywords:

pendidikan inklusif, kewirausahaan siswa, keterampilan, siswa berkebutuhan khusus, SMA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pendidikan inklusif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa di SMAN 1 Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Penelitian ini difokuskan pada enam siswa berkebutuhan khusus (ABK), yang terdiri dari tiga siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki dengan tantangan yang beragam, meliputi disabilitas fisik, kesulitan konsentrasi belajar, dan disleksia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, ABK, orangtua ABK, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi terkait kegiatan dan kebijakan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul terkait dengan pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa ABK.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan praktis, seperti pembuatan kerajinan tangan bernilai jual, berhasil meningkatkan kemampuan kewirausahaan siswa. Selain keterampilan teknis, program ini juga berkontribusi pada pengembangan rasa percaya diri dan kemandirian siswa ABK, yang dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam mempromosikan dan menjual produk. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut bagi guru, model pendidikan inklusif ini terbukti efektif dalam memberikan kesempatan yang setara bagi siswa ABK untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang kewirausahaan. Penelitian ini menyarankan bahwa model ini dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa berkebutuhan khusus, dengan memperhatikan kebutuhan spesifik mereka serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul & Munawir. (2009). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus secara Inklusif. Surakarta: Yuma Pustaka.

Adji, W. S., (2016). Penanaman nilai-nilai kewirausahaan (studi kasus di sekolah dasar negeri model kota malang). Jurnal Tarbiyah (Jurnal Ilmiah Pendidikan), 5(2), 79-95. Retrieved from https://www.academia. edu/36106661/PENANAMAN_NILAINILAI_KEWIRAUSAHAAN_Studi _Kasus_di_Sekolah_Dasar_Negeri_Model_Kota_Malang

Afandi, R. (2013). Penanaman jiwa kewirausahaan pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD, 1(2), 10-19. Retrieved from https://www.ejournal.umm.ac.id/index.php/jp2sd/article/download/1800/190 6

Akpochfo, G. O., & Alika, I. J. (2018). Perceived impact of entrepreneurship education on career development among undergraduates in South-South Universities in Nigeria: Implication for counselling. Journal of Education and Learning, 7(3), 102-108. http://doi.org/10.5539/jel.v7n3p102

Amri. (2015). Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Pelaksanaan Manajemen Kurikulum pada SMA Negeri 1 Buengcala Kabupaten Aceh Besar. Vol. 3 No. 1.

Dadang. (2015). Pengantar Pendidikan Inklusif. Bandung: Refika Aditama.

Daryanto. (2013). Administrasi dan Manajemen Sekolah.Jakarta: PT Rineka Cipta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2003. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Hargio. (2012). Cara Memahami & Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Ishartiwi. (2013). Jurnal Pendidikan Khusus. Implementasi Pendidikan Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Sistem Persekolahan Nasional. Vol.6 No. 1 Mei.

Juang. (2007). Manajemen Pendidikan Inklusi. Makalah disajikan dalam pelatihan kompetensi tenaga pendidikan bagi kepala / guru SDLB, SLB, dan Sekolah Terpadu Se-Nusa Tenggara Timur tanggal 8 -14 Juli 2007.

Kasmir. (2011). Kewirausahaan. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Lacatus, M.L., & Staiculestu, C. (2016). Entrepreneurship in education. International Conference Knowledge-Based Organization, 22(2). 438-443. http://doi.org/10.1515/kbo-2016-0075

Keith. (2009). International Journal Of Wholeschooling. Developing an inclusive curriculum: “Every teacher matters”. Vol. 5, No. 2

Lambing, P. & Kuehl, R. C. (2000). Entrepreneurship (2rd ed.). New Jersey: Prentice Hall International Inc.Made. 2011. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Asdi Mahasatya

Menteri Pendidikan Nasional. (2009). Permendiknas No. 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan/atau Memiliki Bakat Istimewa Jakarta: Depdiknas

Mohammad. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan Manejemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Moleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT RemajaRosdakarya.

Price, Deborah. (2015). Journal of Educational Enquiry.Pedagogies for inclusion of students with disabilities in a national curriculum: a central human capabilities approach. Vol. 14. No. 2.

Praptiningrum. (2010). Jurnal Pendidikan Khusus. Fenomena Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Vol. 7, No. 2, November.

Prastiyono. (2013). DIA, Jurnal Administrasi Publik. Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusi. Vol. 11, No. 1, Juni.

Rachaman, Maman. (2015). 5 Pendekatan Penelitian. Yogyakarta:Magnum Pustaka Utama

Rusman. (2009). Manajemen Kurikulum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Samiaji. (2012). Penelitian Kualitatif dasar-dasar. Jakarta: Permata Puri Media.

Setiawati, Evi. (2015). Profil Sekolah Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi di SD Negeri Tamansari 1 Yogyakarta.Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar. Diakses dari http://eprints.uny.ac.id/24718/SKRIPSI%2520SETIAWATI pada tanggal 20 September 2016, Jam 15.15

Suparno. (2007). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Direktorat jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Syafirida dan Aryani. (2013). Jurnal Psikologi Perkembangan dan Pendidikan.Sikap Guru Terhadap Pendidikan Inklusi ditinjau dari Faktor Pembentuk Sikap. Volume 2, No. 01, April Takdir Mohammad.2013. Pendidikan Inklusi: Konsep & Aplikasi. Jogjakarta: ArRuzz.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Konstruktif. Bandung: Alfabeta.

Takdir, D., Mahmudin, & Zaid, S. (2015). Kewirausahaan. Yogyakarta: Wijana Mahadi Karya. Wijaya, D. (2017). Pendidikan kewirausahaan untuk sekolah dan perguruan tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yin, R. K. (2012). Studi kasus desain & metode. (Terjemahan: M. Djauzi Muzakir). Jakarta: Rajawali Pers.

Yu, C. W. (2018). Understanding the ecosystems of Chinese and American entrepreneurship education. Journal of Entrepreneurship Education, 21(2), 1-18. Retrieved from https://www.abacademies.org/articles/Understandingthe-ecosystems-of-chinese-and-american-entrepreneurship-education-1528- 2651-21-2-162.

Wati, Ery. (2014). Jurnal Ilmiah Didaktika. Manajemen Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Negeri 32 Kota Banda Aceh.Vol. XIV No. 2, Februari

Downloads

Published

2025-05-16

How to Cite

Ariesta, N., Harsono, & Eko Supriyanto. (2025). Model Pendidikan Inklusif dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(2 Mei), 2101-2110. https://doi.org/10.58230/27454312.2077