Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Adversity Quotient Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Koloid

Authors

  • Mellycha Liani Putri Universitas Jambi
  • Zurweni Universitas Jambi
  • Haryanto Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.58230/27454312.1008

Keywords:

Koloid, Berpikir Kritis, Adversity Quotient, Model pembelajaran, Problem Based Learnig

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL) dan Adversity Quotient Terhadap kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi koloid. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan campuran (mix method) dengan jenis Triangulasi Konkuren. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan factorial design 2 x 2. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar angket Adversity Quotient, lembar penilaian aktivitas guru, lembar penilaian kemampuan berpikir kritis siswa pada ranah afektif dan psikomotor serta tes essay kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk melihat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL) dan Adversity Quotient Terhadap kemampuan Berpikir Kritis Siswa dilakukan uji prasyarat berupa Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Anova Dua Jalur. Dalam angket Adversity Quotient siswa dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu Adversity Quotient tinggi dan Adversity Quotient rendah. Persentase persintak kemampuan Berpikir Kritis siswa pada ranah afektif sebesar 56,25% dan persentase persintak kemampuan Berpikir Kritis siswa pada ranah psikomotor sebesar 60,0% serta kemampuan tess essay siswa pada kelas eksperimen sebesar 62,90% dan pada kelas kontrol sebesar 60,66%. Pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilihat melalui hasil uji statistik menggunakan ANOVA denagan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 5% didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Model Problem based learning dan Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis siswa terdapat nilai signifikansi 0,01

< 0,05 artinya terdapat interaksi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL) dan Adversity Quotient Terhadap kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi koloid berjalan dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brigili B, (2015). Creative and Critical Thinking Skills in Problem Based Learning Environments. Online Submiss : 2: 71-80.

Hariyanto, & Suyono.( 2014). Belajar dan Pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

Jihad, A., & Haris, A.( 2008). Evaluasi Pembelajaran. Multi Pressindo.

Majid, A. (2014). Strategi Pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, A., & Huda, T. N. (2018). Pengaruh Adversity Quotient terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Angkatan 2013 Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung. Ilmiah Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 4(1), 115–132.

Stoltz, P.G. (2005). Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Edisi Keenam, Jakarta: Grasindo.

Sumarmi, (2012). Model-Model Pembelajaran Geografi. Aditya Media.

Suyanti, D. R. (2010). Strategi Pembelajaran Kimia (Pertama). Graha Ilmu.

Synder LG, Synder MJ. (2008) . Teaching Critical Thinking and Problem Solving Skills. J Res Bus Educ;50;90. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Trianto. ( 2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Sunarni (ed.); Pertama). Prestasi Pustaka.

Trianto, (2009). Mendesain Model Pembelajaran. Inovatif- Progresif. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2024-11-07

How to Cite

Mellycha Liani Putri, Zurweni, & Haryanto. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Adversity Quotient Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Koloid. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(4 Nopember), 4327-4336. https://doi.org/10.58230/27454312.1008